Pelinggih Pat Kwa Siwa Buddha merupakan simbol toleransi dan keharmonisan antarumat beragama di Bali. Pura ini menunjukkan bahwa dua agama yang berbeda dapat hidup berdampingan dan saling menghormati.
Nama Pencipta
-
Negara Asal Pencipta
Indonesia
Gaya Pencipta
-
Tahun Pembuatan
-
Periode Pembuatan
-
Bahan Pembuatan
Batu Bata, Keramik, Genteng
Teknik Pembuatan
-
Ornamen
Kura-Kura
Kondisi Fisik
Baik
Tingkat Kerusakan
Tidak Ada Kerusakan
Provinsi
BALI
Kabupaten
KOTA DENPASAR
Kecamatan
DENPASAR SELATAN
Desa/Kelurahan
PEMOGAN
Alamat
Jalan Tanah Kilap, Pemogan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali
Garis Lintang
8°43'34.9"S
Garis Bujur
115°11'21.5"E
Fungsi
Kegunaan Pat Kwa SiwaBuddha adalah sebagai tempat pemujaan Dewa Siwa dan Buddha yang diartikan alkulturasi keyakinan Hindu dan Buddha menjadi satu
Pemilik
Griya Kongco Dwipayana Tanah Kilap
Sejarah Kepemilikan
-
Nilai Sejarah
-
Nilai Budaya
-
Nilai Estetika
-
Nilai Ekonomi
-
Nama Pencipta
-
Negara Asal Pencipta
Indonesia
Gaya Pencipta
-
Tahun Pembuatan
-
Periode Pembuatan
-
Bahan Pembuatan
Batu Bata, Keramik, Genteng
Teknik Pembuatan
-
Ornamen
Kura-Kura
Panjang
6 m
Lebar
6 m
Tinggi
4.5 m
Berat
- Kg
Volume
162 m3
Kondisi Fisik
Baik
Tingkat Kerusakan
Tidak Ada Kerusakan
Provinsi
BALI
Kabupaten
KOTA DENPASAR
Kecamatan
DENPASAR SELATAN
Desa/Kelurahan
PEMOGAN
Alamat
Jalan Tanah Kilap, Pemogan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali
Garis Lintang
8°43'34.9"S
Garis Bujur
115°11'21.5"E
Fungsi
Kegunaan Pat Kwa SiwaBuddha adalah sebagai tempat pemujaan Dewa Siwa dan Buddha yang diartikan alkulturasi keyakinan Hindu dan Buddha menjadi satu