Gedong Sawang Dalem (Rong 2) merupakan Stana Betari Lingsir dan Betari Sawang Dalem sebagai pemuliaan sakti, keseimbangan kosmis, dan pusat upacara.
Nama Pencipta
Masyarakat desa keliki
Negara Asal Pencipta
Indonesia
Gaya Pencipta
Gaya Arsitektur Bali
Tahun Pembuatan
1999
Periode Pembuatan
1999
Bahan Pembuatan
Kayu cempaka, Kayu jati, Batu paras
Teknik Pembuatan
Ukiran Bali dan pahatan Bali
Ornamen
-
Kondisi Fisik
Baik
Tingkat Kerusakan
Tidak Ada Kerusakan
Provinsi
tidak ada data
Kabupaten
tidak ada data
Kecamatan
tidak ada data
Desa/Kelurahan
tidak ada data
Alamat
Garis Lintang
-8452913
Garis Bujur
115263655
Fungsi
Gedong Sawang Dalem (Rong 2) merupakan Stana Betari Lingsir dan Betari Sawang Dalem sebagai pemuliaan sakti, keseimbangan kosmis, dan pusat upacara.
Pemilik
Desa Adat Keliki
Sejarah Kepemilikan
-
Nilai Sejarah
Pelinggih Gedong Sawang Dalem memiliki nilai sejarah karena dipercaya sebagai tempat pemujaan Betari Lingsir Susunan Wadon dan Betari Sawang Dalem yang berkaitan dengan perlindungan serta keseimbangan spiritual masyarakat. Keberadaannya tetap dipertahankan sebagai bagian penting dalam susunan pelinggih di pura sejak dahulu.
Nilai Budaya
Pelinggih ini memiliki nilai budaya karena digunakan masyarakat untuk memohon restu, keselamatan, tuntunan hidup, dan keturunan. Dalam pelaksanaan upacara, masyarakat bersama-sama menghaturkan banten dan melakukan persembahyangan sebagai bentuk rasa bhakti dan pelestarian tradisi Hindu Bali.
Nilai Estetika
Nilai estetika Pelinggih Gedong Sawang Dalem terlihat pada bentuk arsitektur tradisional Bali yang dihiasi ukiran dan ornamen khas bernilai seni tinggi. Perpaduan bentuk bangunan, tata ruang, dan unsur hias memberikan suasana sakral, harmonis, dan indah di lingkungan pura.
Nilai Ekonomi
Keberadaan Pelinggih Gedong Sawang Dalem mendukung aktivitas ekonomi masyarakat melalui kebutuhan sarana upacara seperti banten, bunga, dan perlengkapan persembahyangan. Selain itu, keberadaan pura dengan pelinggih tradisional juga dapat menarik wisatawan yang tertarik pada budaya dan religi Bali.
Nama Pencipta
Masyarakat desa keliki
Negara Asal Pencipta
Indonesia
Gaya Pencipta
Gaya Arsitektur Bali
Tahun Pembuatan
1999
Periode Pembuatan
1999
Bahan Pembuatan
Kayu cempaka, Kayu jati, Batu paras
Teknik Pembuatan
Ukiran Bali dan pahatan Bali
Ornamen
-
Panjang
1.6 m
Lebar
1.4 m
Tinggi
3 m
Volume
6.72 m3
Kondisi Fisik
Baik
Tingkat Kerusakan
Tidak Ada Kerusakan
Provinsi
tidak ada data
Kabupaten
tidak ada data
Kecamatan
tidak ada data
Desa/Kelurahan
tidak ada data
Alamat
Garis Lintang
-8452913
Garis Bujur
115263655
Fungsi
Gedong Sawang Dalem (Rong 2) merupakan Stana Betari Lingsir dan Betari Sawang Dalem sebagai pemuliaan sakti, keseimbangan kosmis, dan pusat upacara.
Pemilik
Desa Adat Keliki
Sejarah Kepemilikan
-
Nilai Sejarah
Pelinggih Gedong Sawang Dalem memiliki nilai sejarah karena dipercaya sebagai tempat pemujaan Betari Lingsir Susunan Wadon dan Betari Sawang Dalem yang berkaitan dengan perlindungan serta keseimbangan spiritual masyarakat. Keberadaannya tetap dipertahankan sebagai bagian penting dalam susunan pelinggih di pura sejak dahulu.
Nilai Budaya
Pelinggih ini memiliki nilai budaya karena digunakan masyarakat untuk memohon restu, keselamatan, tuntunan hidup, dan keturunan. Dalam pelaksanaan upacara, masyarakat bersama-sama menghaturkan banten dan melakukan persembahyangan sebagai bentuk rasa bhakti dan pelestarian tradisi Hindu Bali.
Nilai Estetika
Nilai estetika Pelinggih Gedong Sawang Dalem terlihat pada bentuk arsitektur tradisional Bali yang dihiasi ukiran dan ornamen khas bernilai seni tinggi. Perpaduan bentuk bangunan, tata ruang, dan unsur hias memberikan suasana sakral, harmonis, dan indah di lingkungan pura.
Nilai Ekonomi
Keberadaan Pelinggih Gedong Sawang Dalem mendukung aktivitas ekonomi masyarakat melalui kebutuhan sarana upacara seperti banten, bunga, dan perlengkapan persembahyangan. Selain itu, keberadaan pura dengan pelinggih tradisional juga dapat menarik wisatawan yang tertarik pada budaya dan religi Bali.