Pelinggih Ratu Ngurah Agung

Objek Metadata Warisan Budaya Benda
Deskripsi
Pelinggih Ratu Ngurah Agung merupakan penjaga niskala, penengah dewa–manusia, serta penerima persembahan dan penyampai anugerah.
Nama Pencipta Masyarakat desa keliki
Negara Asal Pencipta Indonesia
Gaya Pencipta Gaya Arsitektur Bali
Tahun Pembuatan 1999
Periode Pembuatan 1999
Bahan Pembuatan Batu paras
Teknik Pembuatan Ukiran Bali dan pahatan Bali
Ornamen -
Kondisi Fisik Baik
Tingkat Kerusakan Tidak Ada Kerusakan
Provinsi tidak ada data
Kabupaten tidak ada data
Kecamatan tidak ada data
Desa/Kelurahan tidak ada data
Alamat
Garis Lintang -8452958
Garis Bujur 115263647
Fungsi Pelinggih Ratu Ngurah Agung merupakan penjaga niskala, penengah dewa–manusia, serta penerima persembahan dan penyampai anugerah.
Pemilik Desa Adat Keliki
Sejarah Kepemilikan -
Nilai Sejarah Pelinggih Ratu Ngurah Agung merupakan bagian dari warisan spiritual dan tradisi keagamaan Hindu Bali yang telah dijaga secara turun-temurun oleh masyarakat Desa Keliki. Keberadaannya menunjukkan pentingnya peran pelinggih sebagai penjaga kesucian dan pelengkap dalam pelaksanaan upacara adat di pura.
Nilai Budaya Pelinggih Ratu Ngurah Agung memiliki nilai budaya karena menjadi tempat pelaksanaan persembahyangan dan penghaturan sesajen oleh masyarakat. Pelinggih ini juga mencerminkan nilai kebersamaan, rasa hormat, dan keyakinan masyarakat terhadap keberadaan penjaga niskala di lingkungan pura.
Nilai Estetika Nilai estetika Pelinggih Ratu Ngurah Agung terlihat pada bentuk bangunannya yang sederhana namun memiliki kesan sakral dan khas. Meskipun tidak dihiasi banyak ukiran, kesederhanaan bentuk pelinggih justru menjadi daya tarik tersendiri yang mencerminkan keharmonisan dan ketenangan di lingkungan pura.
Nilai Ekonomi Keberadaan Pelinggih Ratu Ngurah Agung turut mendukung kegiatan ekonomi masyarakat melalui pembuatan sarana upacara, seni ukir, dan kegiatan adat. Selain itu, keberadaan pelinggih di lingkungan pura juga dapat menjadi daya tarik wisata budaya dan religi bagi pengunjung.
Nama Pencipta Masyarakat desa keliki
Negara Asal Pencipta Indonesia
Gaya Pencipta Gaya Arsitektur Bali
Tahun Pembuatan 1999
Periode Pembuatan 1999
Bahan Pembuatan Batu paras
Teknik Pembuatan Ukiran Bali dan pahatan Bali
Ornamen -
Panjang 1 m
Lebar 1 m
Tinggi 2.2 m
Volume 2.2 m3
Kondisi Fisik Baik
Tingkat Kerusakan Tidak Ada Kerusakan
Provinsi tidak ada data
Kabupaten tidak ada data
Kecamatan tidak ada data
Desa/Kelurahan tidak ada data
Alamat
Garis Lintang -8452958
Garis Bujur 115263647
Fungsi Pelinggih Ratu Ngurah Agung merupakan penjaga niskala, penengah dewa–manusia, serta penerima persembahan dan penyampai anugerah.
Pemilik Desa Adat Keliki
Sejarah Kepemilikan -
Nilai Sejarah Pelinggih Ratu Ngurah Agung merupakan bagian dari warisan spiritual dan tradisi keagamaan Hindu Bali yang telah dijaga secara turun-temurun oleh masyarakat Desa Keliki. Keberadaannya menunjukkan pentingnya peran pelinggih sebagai penjaga kesucian dan pelengkap dalam pelaksanaan upacara adat di pura.
Nilai Budaya Pelinggih Ratu Ngurah Agung memiliki nilai budaya karena menjadi tempat pelaksanaan persembahyangan dan penghaturan sesajen oleh masyarakat. Pelinggih ini juga mencerminkan nilai kebersamaan, rasa hormat, dan keyakinan masyarakat terhadap keberadaan penjaga niskala di lingkungan pura.
Nilai Estetika Nilai estetika Pelinggih Ratu Ngurah Agung terlihat pada bentuk bangunannya yang sederhana namun memiliki kesan sakral dan khas. Meskipun tidak dihiasi banyak ukiran, kesederhanaan bentuk pelinggih justru menjadi daya tarik tersendiri yang mencerminkan keharmonisan dan ketenangan di lingkungan pura.
Nilai Ekonomi Keberadaan Pelinggih Ratu Ngurah Agung turut mendukung kegiatan ekonomi masyarakat melalui pembuatan sarana upacara, seni ukir, dan kegiatan adat. Selain itu, keberadaan pelinggih di lingkungan pura juga dapat menjadi daya tarik wisata budaya dan religi bagi pengunjung.

Foto Dari Berbagai Sudut

Nia Chatbot Meet
N.I.A