Pesimpangan Gunung Agung

Objek Metadata Warisan Budaya Benda
Deskripsi
Pesimpangan Gunung Agung merupakan tempat pemujaan Dewa Gunung Agung untuk keselamatan dan keseimbangan kosmis.
Nama Pencipta Masyarakat desa keliki
Negara Asal Pencipta Indonesia
Gaya Pencipta Gaya Arsitektur Bali
Tahun Pembuatan 1999
Periode Pembuatan 1999
Bahan Pembuatan Kayu cempaka, Kayu jati, Batu paras
Teknik Pembuatan Ukiran Bali dan pahatan Bali
Ornamen -
Kondisi Fisik Baik
Tingkat Kerusakan Tidak Ada Kerusakan
Provinsi tidak ada data
Kabupaten tidak ada data
Kecamatan tidak ada data
Desa/Kelurahan tidak ada data
Alamat
Garis Lintang -8452841
Garis Bujur 115263618
Fungsi Pesimpangan Gunung Agung merupakan tempat pemujaan Dewa Gunung Agung untuk keselamatan dan keseimbangan kosmis.
Pemilik Desa Adat Keliki
Sejarah Kepemilikan -
Nilai Sejarah Pelinggih Pesimpangan Gunung Agung memiliki nilai sejarah sebagai simbol penghormatan masyarakat kepada Gunung Agung yang dipercaya sebagai gunung suci dalam ajaran Hindu Bali. Keberadaannya menunjukkan hubungan spiritual masyarakat Bali dengan pusat kesucian dan keseimbangan alam sejak dahulu.
Nilai Budaya Pelinggih ini memiliki nilai budaya karena digunakan sebagai tempat persembahyangan untuk memohon keselamatan, perlindungan, dan kesejahteraan. Selain itu, keberadaannya mencerminkan keyakinan masyarakat terhadap hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Nilai Estetika Nilai estetika Pelinggih Pesimpangan Gunung Agung terlihat pada bentuk arsitektur tradisional Bali yang dihiasi ukiran khas Bali pada bagian bangunannya. Ornamen dan detail ukiran tersebut memberikan kesan sakral, indah, dan memperkuat nuansa spiritual di lingkungan pura.
Nilai Ekonomi Keberadaan Pelinggih Pesimpangan Gunung Agung mendukung aktivitas ekonomi masyarakat melalui kebutuhan sarana upacara dan perlengkapan persembahyangan. Selain itu, pelinggih ini juga menjadi bagian dari daya tarik wisata budaya dan religi di lingkungan pura.
Nama Pencipta Masyarakat desa keliki
Negara Asal Pencipta Indonesia
Gaya Pencipta Gaya Arsitektur Bali
Tahun Pembuatan 1999
Periode Pembuatan 1999
Bahan Pembuatan Kayu cempaka, Kayu jati, Batu paras
Teknik Pembuatan Ukiran Bali dan pahatan Bali
Ornamen -
Panjang 3.5 m
Lebar 1 m
Tinggi 1 m
Volume 3.5 m3
Kondisi Fisik Baik
Tingkat Kerusakan Tidak Ada Kerusakan
Provinsi tidak ada data
Kabupaten tidak ada data
Kecamatan tidak ada data
Desa/Kelurahan tidak ada data
Alamat
Garis Lintang -8452841
Garis Bujur 115263618
Fungsi Pesimpangan Gunung Agung merupakan tempat pemujaan Dewa Gunung Agung untuk keselamatan dan keseimbangan kosmis.
Pemilik Desa Adat Keliki
Sejarah Kepemilikan -
Nilai Sejarah Pelinggih Pesimpangan Gunung Agung memiliki nilai sejarah sebagai simbol penghormatan masyarakat kepada Gunung Agung yang dipercaya sebagai gunung suci dalam ajaran Hindu Bali. Keberadaannya menunjukkan hubungan spiritual masyarakat Bali dengan pusat kesucian dan keseimbangan alam sejak dahulu.
Nilai Budaya Pelinggih ini memiliki nilai budaya karena digunakan sebagai tempat persembahyangan untuk memohon keselamatan, perlindungan, dan kesejahteraan. Selain itu, keberadaannya mencerminkan keyakinan masyarakat terhadap hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Nilai Estetika Nilai estetika Pelinggih Pesimpangan Gunung Agung terlihat pada bentuk arsitektur tradisional Bali yang dihiasi ukiran khas Bali pada bagian bangunannya. Ornamen dan detail ukiran tersebut memberikan kesan sakral, indah, dan memperkuat nuansa spiritual di lingkungan pura.
Nilai Ekonomi Keberadaan Pelinggih Pesimpangan Gunung Agung mendukung aktivitas ekonomi masyarakat melalui kebutuhan sarana upacara dan perlengkapan persembahyangan. Selain itu, pelinggih ini juga menjadi bagian dari daya tarik wisata budaya dan religi di lingkungan pura.

Foto Dari Berbagai Sudut

Nia Chatbot Meet
N.I.A