Pesimpangan Gunung Lebah

Objek Metadata Warisan Budaya Benda
Deskripsi
Pesimpangan Gunung Lebah merupakan Pemujaan Hyang Dewi Danuh untuk kesejahteraan, kesuburan, dan keharmonisan alam.
Nama Pencipta Masyarakat desa keliki
Negara Asal Pencipta Indonesia
Gaya Pencipta Gaya Arsitektur Bali
Tahun Pembuatan 1999
Periode Pembuatan 1999
Bahan Pembuatan Kayu cempaka, Kayu jati, Batu paras
Teknik Pembuatan Ukiran Bali dan pahatan Bali
Ornamen -
Kondisi Fisik Baik
Tingkat Kerusakan Tidak Ada Kerusakan
Provinsi tidak ada data
Kabupaten tidak ada data
Kecamatan tidak ada data
Desa/Kelurahan tidak ada data
Alamat
Garis Lintang -8452848
Garis Bujur 115263588
Fungsi Pesimpangan Gunung Lebah merupakan Pemujaan Hyang Dewi Danuh untuk kesejahteraan, kesuburan, dan keharmonisan alam.
Pemilik Desa Adat Keliki
Sejarah Kepemilikan -
Nilai Sejarah Pelinggih Pesimpangan Gunung Lebah memiliki nilai sejarah sebagai simbol penghormatan masyarakat terhadap tempat suci yang berkaitan dengan unsur air dan alam dalam ajaran Hindu Bali. Keberadaannya menunjukkan warisan tradisi spiritual masyarakat yang terus dijaga secara turun-temurun.
Nilai Budaya Pelinggih ini memiliki nilai budaya karena digunakan sebagai tempat persembahyangan untuk memohon kesejahteraan, keselamatan, dan keharmonisan alam. Selain itu, keberadaannya mencerminkan rasa hormat masyarakat terhadap alam sebagai bagian penting dalam kehidupan dan kepercayaan Hindu Bali.
Nilai Estetika Nilai estetika Pelinggih Pesimpangan Gunung Lebah terlihat pada bentuk arsitektur tradisional Bali yang dihiasi ukiran khas Bali dan ornamen bernilai seni. Detail ukiran pada bangunan memberikan kesan indah, sakral, dan memperkuat suasana spiritual di lingkungan pura.
Nilai Ekonomi Keberadaan Pelinggih Pesimpangan Gunung Lebah mendukung kegiatan ekonomi masyarakat melalui kebutuhan sarana upacara, pembuatan banten, dan perlengkapan persembahyangan. Selain itu, keberadaan pelinggih di lingkungan pura juga dapat menjadi daya tarik wisata budaya dan religi.
Nama Pencipta Masyarakat desa keliki
Negara Asal Pencipta Indonesia
Gaya Pencipta Gaya Arsitektur Bali
Tahun Pembuatan 1999
Periode Pembuatan 1999
Bahan Pembuatan Kayu cempaka, Kayu jati, Batu paras
Teknik Pembuatan Ukiran Bali dan pahatan Bali
Ornamen -
Panjang 1 m
Lebar 1 m
Tinggi 3 m
Volume 3 m3
Kondisi Fisik Baik
Tingkat Kerusakan Tidak Ada Kerusakan
Provinsi tidak ada data
Kabupaten tidak ada data
Kecamatan tidak ada data
Desa/Kelurahan tidak ada data
Alamat
Garis Lintang -8452848
Garis Bujur 115263588
Fungsi Pesimpangan Gunung Lebah merupakan Pemujaan Hyang Dewi Danuh untuk kesejahteraan, kesuburan, dan keharmonisan alam.
Pemilik Desa Adat Keliki
Sejarah Kepemilikan -
Nilai Sejarah Pelinggih Pesimpangan Gunung Lebah memiliki nilai sejarah sebagai simbol penghormatan masyarakat terhadap tempat suci yang berkaitan dengan unsur air dan alam dalam ajaran Hindu Bali. Keberadaannya menunjukkan warisan tradisi spiritual masyarakat yang terus dijaga secara turun-temurun.
Nilai Budaya Pelinggih ini memiliki nilai budaya karena digunakan sebagai tempat persembahyangan untuk memohon kesejahteraan, keselamatan, dan keharmonisan alam. Selain itu, keberadaannya mencerminkan rasa hormat masyarakat terhadap alam sebagai bagian penting dalam kehidupan dan kepercayaan Hindu Bali.
Nilai Estetika Nilai estetika Pelinggih Pesimpangan Gunung Lebah terlihat pada bentuk arsitektur tradisional Bali yang dihiasi ukiran khas Bali dan ornamen bernilai seni. Detail ukiran pada bangunan memberikan kesan indah, sakral, dan memperkuat suasana spiritual di lingkungan pura.
Nilai Ekonomi Keberadaan Pelinggih Pesimpangan Gunung Lebah mendukung kegiatan ekonomi masyarakat melalui kebutuhan sarana upacara, pembuatan banten, dan perlengkapan persembahyangan. Selain itu, keberadaan pelinggih di lingkungan pura juga dapat menjadi daya tarik wisata budaya dan religi.

Foto Dari Berbagai Sudut

Nia Chatbot Meet
N.I.A