Pelinggih yang merepresentasikan boga atau makanan, salah satunya nasi, maka dari itu beliau disebut sebagai Dewi Padi.
Nama Pencipta
-
Negara Asal Pencipta
Indonesia
Gaya Pencipta
-
Tahun Pembuatan
-
Periode Pembuatan
-
Bahan Pembuatan
Batu Paras, kayu Jati, Ijuk
Teknik Pembuatan
-
Ornamen
-
Kondisi Fisik
Baik
Tingkat Kerusakan
Tidak Ada Kerusakan
Provinsi
BALI
Kabupaten
KOTA DENPASAR
Kecamatan
DENPASAR SELATAN
Desa/Kelurahan
PEMOGAN
Alamat
Jalan Tanah Kilap, Pemogan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali
Garis Lintang
8°43'36.5"S
Garis Bujur
115°11'20.5"E
Fungsi
Pelinggih Jineng adalah tempat utama untuk memuja Dewi Padi. Umat Hindu biasanya melakukan sembahyang dan memberikan sesaji di pelinggih ini untuk mendapatkan berkah dari Dewi Padi. Dan merupakan simbol kesuburan dan kemakmuran.
Pemilik
Pura Luhur Candi Narmada Tanah Kilap
Sejarah Kepemilikan
-
Nilai Sejarah
-
Nilai Budaya
-
Nilai Estetika
-
Nilai Ekonomi
-
Nama Pencipta
-
Negara Asal Pencipta
Indonesia
Gaya Pencipta
-
Tahun Pembuatan
-
Periode Pembuatan
-
Bahan Pembuatan
Batu Paras, kayu Jati, Ijuk
Teknik Pembuatan
-
Ornamen
-
Panjang
3.2 m
Lebar
2.3 m
Tinggi
5.3 m
Berat
- Kg
Volume
39.008 m3
Kondisi Fisik
Baik
Tingkat Kerusakan
Tidak Ada Kerusakan
Provinsi
BALI
Kabupaten
KOTA DENPASAR
Kecamatan
DENPASAR SELATAN
Desa/Kelurahan
PEMOGAN
Alamat
Jalan Tanah Kilap, Pemogan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali
Garis Lintang
8°43'36.5"S
Garis Bujur
115°11'20.5"E
Fungsi
Pelinggih Jineng adalah tempat utama untuk memuja Dewi Padi. Umat Hindu biasanya melakukan sembahyang dan memberikan sesaji di pelinggih ini untuk mendapatkan berkah dari Dewi Padi. Dan merupakan simbol kesuburan dan kemakmuran.