Kata "penglukatan" berasal dari kata "lukata" yang dalam bahasa Bali berarti "memandikan". Oleh karena itu, Pelinggih Penglukatan dapat diartikan sebagai "tempat pemandihan". Pemandaian yang dimaksud di sini bukan hanya pemandihan secara fisik, tetapi juga pemandihan secara spiritual. Pelinggih Penglukatan dipercaya dapat membersihkan diri dari segala kotoran dan kesialan, baik secara fisik maupun spiritual.
Nama Pencipta
-
Negara Asal Pencipta
Indonesia
Gaya Pencipta
-
Tahun Pembuatan
-
Periode Pembuatan
-
Bahan Pembuatan
Batu Paras
Teknik Pembuatan
-
Ornamen
Karang Daun
Kondisi Fisik
Baik
Tingkat Kerusakan
Tidak Ada Kerusakan
Provinsi
BALI
Kabupaten
KOTA DENPASAR
Kecamatan
DENPASAR SELATAN
Desa/Kelurahan
PEMOGAN
Alamat
Jalan Tanah Kilap, Pemogan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali
Garis Lintang
8°43'36.1"S
Garis Bujur
115°11'19.7"E
Fungsi
Sebelum melakukan penglukatan dilakukannya persembayangan terlebih dahulu di Pelinggih Indrablaka. Setelah persembahyangan baru bisa melakukan penglukatan menggunakan bungkak gadang, bungkak gading, bungkak bulan.
Pemilik
Pura Luhur Candi Narmada Tanah Kilap
Sejarah Kepemilikan
-
Nilai Sejarah
-
Nilai Budaya
-
Nilai Estetika
-
Nilai Ekonomi
-
Nama Pencipta
-
Negara Asal Pencipta
Indonesia
Gaya Pencipta
-
Tahun Pembuatan
-
Periode Pembuatan
-
Bahan Pembuatan
Batu Paras
Teknik Pembuatan
-
Ornamen
Karang Daun
Panjang
0.95 m
Lebar
0.95 m
Tinggi
3 m
Berat
- Kg
Volume
2.7075 m3
Kondisi Fisik
Baik
Tingkat Kerusakan
Tidak Ada Kerusakan
Provinsi
BALI
Kabupaten
KOTA DENPASAR
Kecamatan
DENPASAR SELATAN
Desa/Kelurahan
PEMOGAN
Alamat
Jalan Tanah Kilap, Pemogan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali
Garis Lintang
8°43'36.1"S
Garis Bujur
115°11'19.7"E
Fungsi
Sebelum melakukan penglukatan dilakukannya persembayangan terlebih dahulu di Pelinggih Indrablaka. Setelah persembahyangan baru bisa melakukan penglukatan menggunakan bungkak gadang, bungkak gading, bungkak bulan.