Bale Kul-Kul adalah bangunan yang digunakan untuk menyimpan kulkul, yaitu alat tradisional Bali berupa kentongan yang dibunyikan sebagai sarana komunikasi. Kulkul biasanya digunakan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat, terutama saat berlangsungnya upacara keagamaan.
Nama Pencipta
-
Negara Asal Pencipta
Indonesia
Gaya Pencipta
Arsitektur Bali
Tahun Pembuatan
1133-1150
Periode Pembuatan
Masa pemerintahan Srijaya Sakti
Bahan Pembuatan
Kayu Majagau dan Bata Merah
Teknik Pembuatan
-
Ornamen
Patung dewa-dewa
Kondisi Fisik
Sangat Baik
Tingkat Kerusakan
Tidak Ada Kerusakan
Provinsi
tidak ada data
Kabupaten
tidak ada data
Kecamatan
tidak ada data
Desa/Kelurahan
tidak ada data
Alamat
Garis Lintang
8°34'11.52"S
Garis Bujur
115°10'41.49"E
Fungsi
Kulkul berfungsi sebagai alat komunikasi informasi kepada masyarakat dalam upacara keagamaan.
Pemilik
Bangunan ini dikelola oleh pengempon Pura Purusada dari Desa Adat Kapal
Sejarah Kepemilikan
-
Nilai Sejarah
-
Nilai Budaya
-
Nilai Estetika
-
Nilai Ekonomi
-
Nama Pencipta
-
Negara Asal Pencipta
Indonesia
Gaya Pencipta
Arsitektur Bali
Tahun Pembuatan
1133-1150
Periode Pembuatan
Masa pemerintahan Srijaya Sakti
Bahan Pembuatan
Kayu Majagau dan Bata Merah
Teknik Pembuatan
-
Ornamen
Patung dewa-dewa
Panjang
2,96 m
Lebar
2,81 m
Tinggi
8,59 m
Berat
- Kg
Volume
71,45 m3
Kondisi Fisik
Sangat Baik
Tingkat Kerusakan
Tidak Ada Kerusakan
Provinsi
tidak ada data
Kabupaten
tidak ada data
Kecamatan
tidak ada data
Desa/Kelurahan
tidak ada data
Alamat
Garis Lintang
8°34'11.52"S
Garis Bujur
115°10'41.49"E
Fungsi
Kulkul berfungsi sebagai alat komunikasi informasi kepada masyarakat dalam upacara keagamaan.
Pemilik
Bangunan ini dikelola oleh pengempon Pura Purusada dari Desa Adat Kapal