Sambyang Ratu Ngurah merupakan tempat dimana meletakkan upakara dan tempat dimana pemangku memimpin upacara pada Pelinggihan Ratu Ngurah dan Ratu Ketut.
Nama Pencipta
-
Negara Asal Pencipta
Indonesia
Gaya Pencipta
Arsitektur Bali
Tahun Pembuatan
1949-1951
Periode Pembuatan
Penjajahan Belanda
Bahan Pembuatan
Kayu Majagau, Bata Merah, Paras
Teknik Pembuatan
-
Ornamen
-
Kondisi Fisik
Sangat Baik
Tingkat Kerusakan
Tidak Ada Kerusakan
Provinsi
tidak ada data
Kabupaten
tidak ada data
Kecamatan
tidak ada data
Desa/Kelurahan
tidak ada data
Alamat
Garis Lintang
8°34'11.76"S
Garis Bujur
115°10'42.43"E
Fungsi
Tempat meletakkan upakara dan tempat pemangku pemimpin upacara pada saat piodalan
Pemilik
Bangunan ini dikelola oleh pengempon Pura Purusada dari Desa Adat Kapal
Sejarah Kepemilikan
-
Nilai Sejarah
-
Nilai Budaya
-
Nilai Estetika
-
Nilai Ekonomi
-
Nama Pencipta
-
Negara Asal Pencipta
Indonesia
Gaya Pencipta
Arsitektur Bali
Tahun Pembuatan
1949-1951
Periode Pembuatan
Penjajahan Belanda
Bahan Pembuatan
Kayu Majagau, Bata Merah, Paras
Teknik Pembuatan
-
Ornamen
-
Panjang
3,47 m
Lebar
3,01 m
Tinggi
5,26 m
Berat
- Kg
Volume
54,93 m3
Kondisi Fisik
Sangat Baik
Tingkat Kerusakan
Tidak Ada Kerusakan
Provinsi
tidak ada data
Kabupaten
tidak ada data
Kecamatan
tidak ada data
Desa/Kelurahan
tidak ada data
Alamat
Garis Lintang
8°34'11.76"S
Garis Bujur
115°10'42.43"E
Fungsi
Tempat meletakkan upakara dan tempat pemangku pemimpin upacara pada saat piodalan
Pemilik
Bangunan ini dikelola oleh pengempon Pura Purusada dari Desa Adat Kapal