Barong Macan adalah sosok pelindung desa dalam budaya Bali yang menyerupai harimau dengan dominasi warna kuning keemasan, melambangkan kejayaan dan kesakralan. Tubuhnya dihiasi bulu-bulu panjang yang halus, sementara kepala besar berhias mahkota emas dan rahang terbuka lebar menampakkan taring tajam, memancarkan kewibawaan dan kekuatan. Empat mata melotot, dua merah dan dua putih, mencerminkan keseimbangan baik dan jahat. Hiasan emas pada hidung berbentuk segi empat melambangkan kesucian, dan ekor panjang melengkung serta kaki kokoh siap melindungi. Ditampilkan oleh dua penari, Barong Macan bergerak dinamis diiringi gamelan magis dalam berbagai ritual dan pertunjukan, simbol kekuatan dan pelindung desa serta representasi nilai-nilai luhur budaya Bali.
Nama Pencipta
-
Negara Asal Pencipta
Indonesia
Gaya Pencipta
Tradisional Bali
Tahun Pembuatan
-
Periode Pembuatan
-
Bahan Pembuatan
Kayu, Bambu, Daun kelapa, Rotan, Kulit Sapi, Kain, Cat, Perhiasan
Teknik Pembuatan
-
Ornamen
Pepatran
Kondisi Fisik
Baik
Tingkat Kerusakan
Tidak Ada Kerusakan
Provinsi
BALI
Kabupaten
KABUPATEN GIANYAR
Kecamatan
SUKAWATI
Desa/Kelurahan
KEMENUH
Alamat
Jln. Tegal Bingin, Banjar Tengkulak Tengah, Kemenuh, Sukawati, Gianyar, Bali
Garis Lintang
-
Garis Bujur
-
Fungsi
Barong Macan tradisional Bali memiliki fungsi utama sebagai simbol kekuatan baik yang melawan kekuatan jahat, dipercaya sebagai roh pelindung desa, dan digunakan dalam upacara adat untuk memohon keselamatan serta keseimbangan alam. Tarian ini juga memiliki fungsi sosial dan budaya sebagai bentuk seni tradisional yang populer, sering ditampilkan dalam acara adat dan festival, serta melestarikan nilai-nilai budaya Bali. Selain itu, Barong Macan berfungsi edukatif dengan mengajarkan nilai kebaikan melawan kejahatan dan keseimbangan, serta sebagai hiburan yang menarik bagi penonton dan membantu mempromosikan budaya Bali kepada dunia.
Pemilik
Hadi Sunyoto
Sejarah Kepemilikan
Sejarah kepemilikan Barong ini dibeli dari sebuah pameran kemudian dipajang dan dipamerkan kembali pada Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma.
Nilai Sejarah
Barong Macan tradisional Bali memiliki nilai sejarah yang kaya dan mendalam, yang mencerminkan kepercayaan, tradisi, dan budaya masyarakat Bali. Barong Macan bukan hanya tarian, tetapi juga simbol penting yang menghubungkan masyarakat Bali dengan masa lampau dan masa depan mereka.
Nilai Budaya
Barong Macan tradisional Bali adalah sebuah tarian yang sarat makna dan nilai budaya. Nilai-nilai tersebut mencerminkan kepercayaan, tradisi, dan identitas masyarakat Bali. Melestarikan Barong Macan berarti menjaga warisan budaya yang tak ternilai harganya dan memastikan kelestarian budaya Bali bagi generasi penerus.
Nilai Estetika
Nilai estetika Barong Macan tradisional Bali terletak pada perpaduan berbagai elemen seni yang menghasilkan pertunjukan yang indah, memukau, dan penuh makna. Keindahan gerakan tari, kostum yang mencolok, musik yang meriah, tata rias yang unik, dan perpaduan seni yang harmonis menjadikan Barong Macan sebagai salah satu tarian tradisional Bali yang paling digemari dan dihargai di dunia.
Nilai Ekonomi
Barong Macan tradisional Bali memiliki nilai ekonomi yang signifikan dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian lokal dan pelestarian budaya Bali. Dengan pengelolaan yang baik dan berkelanjutan, Barong Macan dapat terus menjadi sumber pendapatan dan kebanggaan bagi masyarakat Bali.
Nama Pencipta
-
Negara Asal Pencipta
Indonesia
Gaya Pencipta
Tradisional Bali
Tahun Pembuatan
-
Periode Pembuatan
-
Bahan Pembuatan
Kayu, Bambu, Daun kelapa, Rotan, Kulit Sapi, Kain, Cat, Perhiasan
Teknik Pembuatan
-
Ornamen
Pepatran
Panjang
231cm/2,31 m
Lebar
86cm/0,86 m
Tinggi
181cm/1,81 m
Berat
- Kg
Volume
3,6 m3
Kondisi Fisik
Baik
Tingkat Kerusakan
Tidak Ada Kerusakan
Provinsi
BALI
Kabupaten
KABUPATEN GIANYAR
Kecamatan
SUKAWATI
Desa/Kelurahan
KEMENUH
Alamat
Jln. Tegal Bingin, Banjar Tengkulak Tengah, Kemenuh, Sukawati, Gianyar, Bali
Garis Lintang
-
Garis Bujur
-
Fungsi
Barong Macan tradisional Bali memiliki fungsi utama sebagai simbol kekuatan baik yang melawan kekuatan jahat, dipercaya sebagai roh pelindung desa, dan digunakan dalam upacara adat untuk memohon keselamatan serta keseimbangan alam. Tarian ini juga memiliki fungsi sosial dan budaya sebagai bentuk seni tradisional yang populer, sering ditampilkan dalam acara adat dan festival, serta melestarikan nilai-nilai budaya Bali. Selain itu, Barong Macan berfungsi edukatif dengan mengajarkan nilai kebaikan melawan kejahatan dan keseimbangan, serta sebagai hiburan yang menarik bagi penonton dan membantu mempromosikan budaya Bali kepada dunia.
Pemilik
Hadi Sunyoto
Sejarah Kepemilikan
Sejarah kepemilikan Barong ini dibeli dari sebuah pameran kemudian dipajang dan dipamerkan kembali pada Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma.
Nilai Sejarah
Barong Macan tradisional Bali memiliki nilai sejarah yang kaya dan mendalam, yang mencerminkan kepercayaan, tradisi, dan budaya masyarakat Bali. Barong Macan bukan hanya tarian, tetapi juga simbol penting yang menghubungkan masyarakat Bali dengan masa lampau dan masa depan mereka.
Nilai Budaya
Barong Macan tradisional Bali adalah sebuah tarian yang sarat makna dan nilai budaya. Nilai-nilai tersebut mencerminkan kepercayaan, tradisi, dan identitas masyarakat Bali. Melestarikan Barong Macan berarti menjaga warisan budaya yang tak ternilai harganya dan memastikan kelestarian budaya Bali bagi generasi penerus.
Nilai Estetika
Nilai estetika Barong Macan tradisional Bali terletak pada perpaduan berbagai elemen seni yang menghasilkan pertunjukan yang indah, memukau, dan penuh makna. Keindahan gerakan tari, kostum yang mencolok, musik yang meriah, tata rias yang unik, dan perpaduan seni yang harmonis menjadikan Barong Macan sebagai salah satu tarian tradisional Bali yang paling digemari dan dihargai di dunia.
Nilai Ekonomi
Barong Macan tradisional Bali memiliki nilai ekonomi yang signifikan dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian lokal dan pelestarian budaya Bali. Dengan pengelolaan yang baik dan berkelanjutan, Barong Macan dapat terus menjadi sumber pendapatan dan kebanggaan bagi masyarakat Bali.