Topeng Afrika dari suku Senufo, yang berasal dari wilayah Côte d'Ivoire dan Mali, dikenal dengan desainnya yang khas dan simbolis. Biasanya terbuat dari kayu dan dihiasi dengan motif geometris yang kompleks, topeng ini sering kali berfungsi dalam upacara inisiasi dan ritual keagamaan.
Nama Pencipta
-
Negara Asal Pencipta
-
Gaya Pencipta
Tradisional Afrika
Tahun Pembuatan
-
Periode Pembuatan
-
Bahan Pembuatan
-
Teknik Pembuatan
-
Ornamen
-
Kondisi Fisik
Baik
Tingkat Kerusakan
Tidak Ada Kerusakan
Provinsi
BALI
Kabupaten
KABUPATEN GIANYAR
Kecamatan
SUKAWATI
Desa/Kelurahan
KEMENUH
Alamat
Jalan Tegal Bingin, Banjar Tengkulak Tengah, Kemenuh, Sukawati, Gianyar
Garis Lintang
-
Garis Bujur
-
Fungsi
Fungsi utama topeng Senufo adalah untuk memediasi antara dunia manusia dan roh, serta untuk menjaga keharmonisan sosial dan spiritual dalam komunitas. Topeng ini juga memainkan peran penting dalam pendidikan dan pembinaan generasi muda, mengajarkan mereka tentang nilai-nilai budaya dan tata kelola sosial melalui penampilan dan tindakan ritual yang melibatkan topeng tersebut.
Pemilik
Hadi Sunyoto
Sejarah Kepemilikan
Sejarah kepemilikan topeng ini dibeli dari sebuah pameran pada tahun 2002 kemudian dipajang dan dipamerkan kembali di sebuah museum yang bernama Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma pada tahun 2004 dan telah dibuka untuk umum.
Nilai Sejarah
-
Nilai Budaya
-
Nilai Estetika
-
Nilai Ekonomi
-
Nama Pencipta
-
Negara Asal Pencipta
-
Gaya Pencipta
Tradisional Afrika
Tahun Pembuatan
-
Periode Pembuatan
-
Bahan Pembuatan
-
Teknik Pembuatan
-
Ornamen
-
Panjang
- m
Lebar
- m
Tinggi
- m
Berat
- Kg
Volume
- m3
Kondisi Fisik
Baik
Tingkat Kerusakan
Tidak Ada Kerusakan
Provinsi
BALI
Kabupaten
KABUPATEN GIANYAR
Kecamatan
SUKAWATI
Desa/Kelurahan
KEMENUH
Alamat
Jalan Tegal Bingin, Banjar Tengkulak Tengah, Kemenuh, Sukawati, Gianyar
Garis Lintang
-
Garis Bujur
-
Fungsi
Fungsi utama topeng Senufo adalah untuk memediasi antara dunia manusia dan roh, serta untuk menjaga keharmonisan sosial dan spiritual dalam komunitas. Topeng ini juga memainkan peran penting dalam pendidikan dan pembinaan generasi muda, mengajarkan mereka tentang nilai-nilai budaya dan tata kelola sosial melalui penampilan dan tindakan ritual yang melibatkan topeng tersebut.
Pemilik
Hadi Sunyoto
Sejarah Kepemilikan
Sejarah kepemilikan topeng ini dibeli dari sebuah pameran pada tahun 2002 kemudian dipajang dan dipamerkan kembali di sebuah museum yang bernama Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma pada tahun 2004 dan telah dibuka untuk umum.