Piodalan Pura Ntegana
Upacara Setiap Enam Bulan
Upacara di Pura Ntegana ini di bagi menjadi dua yaitu Menek Base dan Odalan (Pujawali). Odalan adalah upacara peresmian yang diadakan setiap 210 hari menurut kalender bali. Pada Pura Ntegana jatuh pada Purnamaning Kapat. Pada 1 hari sebelum Piodalan atau pujawali ada suatu prosesi yang bernama menek base yang dimana prosesi ini bertujuan untuk mengunggah banten. Pada hari odalan, Patapaka-petapakan di hiasi dengan berbagai macam bunga. Upacara piodalan hanya dilakukan sebagai pujawali kepada bhatara yang menjadi inti dari Pura Ntegana.
Prosesi Piodalan
Pelaksanan upacara odalan terbilang cukup singkat karena berlangsung selama dua hari saja. Upacara diawali dengan satu hari sebelum odalan dimana ada nama nya menek base yang dimana prosesi ini merupakan prosesi nyiraman/memandikan pralingga yang ada di Pura Ntegana.
Pada saat odalan di pagi hari nya tepat jam 8 pagi ida bhatara akan menuju ke Beji, dimana ida bhatara akan melakukan prosesi nyiraman atau di bersihkan sebelum upacara odalan di mulai. Setelah ida bhatara di bersihkan ida bhatara akan kembali ke Pura Ntegana sesampainya di Pura Ntegana ada prosesi mendak dan ngubeng. Setelah prosesi mendak dan ngubeng, warga desa adat tegal Ngaturang Pepranian( mempersembahkan banten gebogan yang berisi buah-buahan dan hasil bumi lainnya).
Prosesi akhir dari piodalan atau puncak dilakukan pada malam hari dimulai dari jam 9 malam hingga selesai. Dimana di awali dengan prosesi ngayab banten tebasan yang di bawa oleh perwakilan setiap banjar-banjar yang ada di Desa Adat Tegal. Dilanjutkan dengan Prosesi ngaturang tarian pendet yang dimana para penari nya adalah Ibu PKK dari Banjar-Banjar yang ada Desa Adat Tegal. Prosesi Puncak nya adalah melakukan persembahyangan bersama oleh Warga Desa Adat Tegal.